Workshop Kepustakaan S2 Prodi Ilmu Hama Tumbuhan


Bulaksumur, 10 November 2017
Program studi Pascasarjana Ilmu Hama tumbuhan, pada bulan november lalu menyelenggarakan Workshop Kepustakaan bagi mahasiswa pascasarjana S2 & S3. Kegiatan workshop ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh prodi ilmu hama untuk memfasilitasi mahasiswa pascasarjana distiap angkatan. Workshop kepustakaan bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai seluk beluk perpustakaan UGM yang memiliki banyak kebermanfaatan bagi mahasiswa.


Narasumber yang memberikan materi pada sesi pertama yaitu ibu Laili Hidayah, M.Sos, M.A yang merupakan kepala Perpustakaan Fakultas Pertanian UGM. Beliau memberikan materi seputar pemanfaatan sumber informasi, E-resources, dan strategi penulusuran jurnal melalui website UGM. Narasumber pada sesi kedua yaitu ibu Safirotu khoir, M.I.S., Ph.D. yang memberikan materi seputar cara penulisan jurnal, reference style, dan anti plagiarism. Sebagai mahasiswa UGM pengetahuan tentang kepustakan sangat menunjang dalam kegiatan belajar dan penyusunan thesis maupun disertasi.


Dalam kegiatan workshop ini, peserta yang dihadiri oleh mahasiswa S1 HPT, S2, S3 dan juga dosen program studi ilmu Hama dituntut untuk melakukan praktek dalam mengakses E-recources pada website perpustakaan UGM. Kemudahan dalam mengakses jurnal yang dilanggan oleh UGM merupakan fasilitas yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa, namun masih ada saja mahasiswa yang tidak menggunakan fasilitas tersebut dengan baik. Kegiatan workshop ini sekaligus sebagai media sosialisasi agar mahasiswa semakin mengenal perpustakaan UGM dengan baik.

Visiting Professor

Program Visiting Professor di UGM Dr. Dzarifah dari UPM berbagi kegiatan akademik termasuk memberikan kuliah S1 HPT (kelas Biotek Perlintan) dan S2 (kelas Prokariot Patogen Tumbuhan), bergabung dg kunjungan ke lapang dan ke PT Pagilaran di Samigaluh untuk sampling penyakit-penyakit layu pisang dan penyakit-penyakit kakao. Selain itu juga diskusi kerjasama riset pisang bersama UQ visiting Prof program WCP, Prof. Andre Drenth dan Prof. Paul Holford (UWS) Australia. Dr. Dzarifah visiting Prof di UGM selama dua minggu dengan pendanaan dari SEARCA.

Kegiatan Lapangan Observasi Penyakit Pisang

 

Dr Dzarifah in action sedang memberi kuliah Plant Pathogenic Bacteria di kelas Prokariot Patogen Tumbuhan S2 Fitopatologi. Di kelas tersebut juga sit in tamu kita dosen UNSYAH Aceh Dr. Elly Kusumawati.

Pala (Nutmeg)

Myristica fragrans Houtt. (Nutmeg also known as pala in Indonesia) is an evergreen tree indigenous to the Moluccas of Indonesia. Some species of insect were collected from nutmeg area such as Batocera hercules, Coptocercus biguttatus, Gnoma zonaria, and Podomyrma basalis. The information about pests of nutmeg in Indonesia is still very limited.

Figure: Nutmeg fruits and nutmeg stem borer (Batocera hercules)

Ulat Bulu Hama Mangga di Probolinggo

Ulat bulu di wilayah Probolinggo telah menggegerkan masyarakat karena masuk ke dalam rumah penduduk akibat tingginya populasi. Ulat bulu tersebut menyerang daun mangga di Kecamatan Bantaran, Kecamatan Leces, Kecamatan Sumberasih, dan Kecamatan Tegalsiwalan. Terdapat dua spesies ulat bulu yang menyerang daun mangga di Probolinggo yaitu Arctornis sp. dan Lymantria sp. Ulat bulu diklasifikasikan ke dalam kelompok takson serangga sebagai berikut:

Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Order: Lepidoptera
Superfamily: Noctuoidea
Family: Lymantriidae
Genus: Arctornis
Species: Arctornis sp.
Genus: Lymantria
Species: Lymantria sp.
 
Nama umum Arctornis sp. adalah:
White Angle winged moth (Bahasa Inggris)
– Ulat bulu arctornis (Bahasa Indonesia)
 
Nama umum Lymantria sp.adalah:
Orange-winged tussock moth (Bahasa Inggris)
Mango-leaf-eating caterpillar (Bahasa Inggris)
Nong kin bai mamoung (Bahasa Thailand)
– Ulat bulu lymantria (Bahasa Indonesia)

Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa ulat bulu ini lebih memilih menyerang daun mangga manalagi dibandingkan dengan varietas mangga yang lain. Pemilihan inang ulat bulu ini dilakukan oleh dewasanya saat meletakkan telur. Ulat bulu bukan termasuk kupu-kupu tetapi bangsa ngengat. Diduga ngengat ulat bulu meletakkan telur pada celah kulit batang pohon mangga dan atau di bawah daun. Ulat bulu bersifat nocturnal yaitu aktif pada malam hari.