Posts Tagged ‘Taxonomy’

Kegiatan Praktikum Taksonomi Serangga Pradewasa

Pasca Sarjana Ilmu Hama Tumbuhan,
Tahun ajaran 2017/2018

Mata Kuliah Taksonomi Serangga Pradewasa merupakan salah satu matakuliah pilihan bagi mahasiswa pasca sarjana ilmu hama tumbuhan. Kriteria kelulusan dalam matakuliah ini yaitu mampu melakukan identifikasi terhadap serangga pradewasa (immature insect) dengan mengenali karakter pembeda dari tingkat ordo, famili hingga genus.



Untuk memenuhi kredit pembelajaran dilakukan kegiatan praktikum mandiri berupa koleksi serangga pradewasa (larva, nimfa, naiad) di lapangan dari berbagai habitat dengan jumlah minimal koleksi sebanyak 100 famili. Proses identifikasi spesimen koleksi dilakukan di Laboratorium Entomologi Dasar, Dept. Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fak. Pertanian, UGM.

Praktikum mandiri koleksi serangga pradewasa dilakukan di berbagai habitat meliputi, terestrial : kebun, sawah, hutan, semak, lembah, dan pertamanan, serta habitat akuatik meliputi sungai, dan air terjun. Beberapa tempat yang sudah kami kunjungi yaitu Kali Adem (kaliurang), Air terjun Tlogo Putri, Kawasan hutan Goa Jepang, Kebun Percobaan Berbah, Kebun Percobaan Bangun Tapan, Pertanaman Bawang dan Cabai (Bantul), Lembah Bulak Sumur UGM, Persawahan Magelang, Air terjun Kedung Kayang Boyolali.

Sejauh Apa Kita Mengenal Cicada (Tonggeret) di Indonesia?

INTRODUCTION
Melalui tulisan ini saya akan mengulas mengenai Cicada (tonggeret) serangga penanda pergantian musim yang sedang banyak bermunculan pada bulan-bulan ini (April-Mei). Di Indonesia berbagai nama dikenal sebagai local name dari Cicada, yaitu vampir pohon, tonggeret, garengpung, kriangan, nyengnyeng serta uir-uir. Keunik-kan dari serangga pencucuk penghisap ini adalah selain fungsi sosialnya sebagai penanda pergantian musim juga karena siklus hidupnya yang tidak banyak orang mengetahui bahwa Cicada memiliki umur hingga 17 tahun. Namun, sejatinya apasaja yang sudah kita ketahui mengenai serangga ini?? apakah tonggeret di Indonesia juga memiliki umur yang sama panjangnya dengan Cicada di negara lain?? apakah tonggeret di Indonesia sudah banyak diteliti hingga nama spesies bahkan distribusinya?

Gambar1. Eksuvie nimfa tonggeret instar 5 (Instar akhir)

Saya mengutip kata bijak mengenai Cicada dari www.magicicada.org “Cicada adalah salah satu keajaiban alam – jutaan serangga bernyanyi, terbang, dan kemudian pergi sebelum kita menyadarinya”. Ini adalah kondisi kita sekarang bahwa kita belum menyadari sepenuhnya apa yang ada di sekitar kita meskipun hal itu memiliki manfaat, seperti Cicada.

TAKSONOMI
Dari segi taksonomi saya tertarik untuk dapat melihat bagaimana Exuviae (selongsong kulit hasil molting serangga) dapat berfungsi sebagai penciri identitas tonggeret/Cicada hingga pada taraf spesies. Bagian tubuh nimfa tonggeret instar akhir yang dapat dijadikan sebagai penanda spesies meliputi :
a) Femoral comb/sisir atau gerigi pada femur,
b) Spine/duri pada kaki belakang
c) Ventral genitalia/kenampakan pada ujung abdomen (alat kelamin) jantan maupun betina

Gambar2. Bagian tubuh pada nimfa instar 5 yang dapat dijadikan sebagai petunjuk identifikasi spesies
TBC…. (Coming soon).