Author Archive

Evaluasi Praktikum Taksonomi Serangga Pradewasa (Poster Presentation)


Evaluasi Praktikum Taksonomi Serangga Dewasa
Bulaksumur, 5 Januari 2018

Setelah satu semester mengikuti kegiatan perkuliahan dan praktikum mandiri berupa koleksi dan identifikasi serangga pradewasa, di penghujung semester mahasiswa wajib mengikuti evaluasi (responsi) praktikum guna melengkapi penilaian matakuliah. Pada tahun ini, responsi praktikum berupa presentasi poster yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Poster yang dibuat berisi kunci identifikasi famili dari serangga-serangga yang sudah dikoleksi oleh mahasiswa.

Setelah dianggap memenuhi target jumlah famili untuk koleksi, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan perbedaan masing-masing famili yang didapatkan melalui presentasi di hadapan Dosen (Dr. Suputa), Asisten praktikum (Bp. Ahmad Taufik Arminuddin, S.P., M.Sc.) dan rekan mahasiswa S1. Responsi ini sendiri terdiri atas tiga sesi yaitu sesi pesentasi oleh mahasiswa, sesi tanya jawab dengan Dosen dan Asisten praktikum, dan sesi ujian tertulis singkat.


Presentasi oleh mahasiswa dilakukan selama 10 menit, menjelaskan tentang ciri pembeda famili serangga yang dimiliki (kurang lebih 15 spesimen) masing-masing mahasiswa. Urutan Presentasi yaitu 1. Yurista menjelaskan tentang famili pada ordo Orthopthera, Odonata, Hemiptera, dan Dermaptera. 2. Novira menjelaskan tentang famili pada ordo Coleoptera, Neuroptera, dan Isoptera. 3. Verfita menjelaskan tentang famili pada ordo Lepidoptera. 4. Rina menjelaskan tentang famili pada ordo serangga air yaitu Ephemeroptera, Plecoptera dan Trichoptera, serta famili pada ordo Thysanoptera, Phthiraptera, dan Blattodea. 5. Graha menjelaskan tentang famili pada ordo Hymenoptera dan Diptera. 6. Rahmi menjelaskan tentang famili pada ordo Hemiptera.


Sesi yang kedua yaitu sesi tanya jawab oleh Dosen dan Asisten praktikum, dimana pertanyaan yang dilontarkan seputar ciri khas morfologi yang menjadi pembeda antara famili-famili yang sulit dibedakan, status serangga di alam, nama ilmiah baik genus maupun spesies, dan pengetahuan dasar tentang morfologi serangga pradewasa. Selain Dosen dan asisten mahasiswa juga diperbolehkan untuk memberikan pertanyaan kepada presentator.


Di akhir sesi diberikan pengaarahan dan evaluasi jalannya praktikum dari bapak Suputa dan bapak Taufik mengenai pentingnya mempelajari serangga pradewasa dan memahami tentang morfologinya dalam ilmu pertanian, juga pentingnya pembelajaran proses dalam mempelajari suatu ilmu. Bahwa proses belajar tidak hanya dilihat dari nilai akhir, namun juga dilihat dari semangat belajar dan rasa keingintahuan dari mahasiswa yang akhirnya dapat membawa pada perkembangan pengetahuan.

Workshop Kepustakaan S2 Prodi Ilmu Hama Tumbuhan


Bulaksumur, 10 November 2017
Program studi Pascasarjana Ilmu Hama tumbuhan, pada bulan november lalu menyelenggarakan Workshop Kepustakaan bagi mahasiswa pascasarjana S2 & S3. Kegiatan workshop ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh prodi ilmu hama untuk memfasilitasi mahasiswa pascasarjana distiap angkatan. Workshop kepustakaan bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai seluk beluk perpustakaan UGM yang memiliki banyak kebermanfaatan bagi mahasiswa.


Narasumber yang memberikan materi pada sesi pertama yaitu ibu Laili Hidayah, M.Sos, M.A yang merupakan kepala Perpustakaan Fakultas Pertanian UGM. Beliau memberikan materi seputar pemanfaatan sumber informasi, E-resources, dan strategi penulusuran jurnal melalui website UGM. Narasumber pada sesi kedua yaitu ibu Safirotu khoir, M.I.S., Ph.D. yang memberikan materi seputar cara penulisan jurnal, reference style, dan anti plagiarism. Sebagai mahasiswa UGM pengetahuan tentang kepustakan sangat menunjang dalam kegiatan belajar dan penyusunan thesis maupun disertasi.


Dalam kegiatan workshop ini, peserta yang dihadiri oleh mahasiswa S1 HPT, S2, S3 dan juga dosen program studi ilmu Hama dituntut untuk melakukan praktek dalam mengakses E-recources pada website perpustakaan UGM. Kemudahan dalam mengakses jurnal yang dilanggan oleh UGM merupakan fasilitas yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa, namun masih ada saja mahasiswa yang tidak menggunakan fasilitas tersebut dengan baik. Kegiatan workshop ini sekaligus sebagai media sosialisasi agar mahasiswa semakin mengenal perpustakaan UGM dengan baik.

Kegiatan Praktikum Taksonomi Serangga Pradewasa

Pasca Sarjana Ilmu Hama Tumbuhan,
Tahun ajaran 2017/2018

Mata Kuliah Taksonomi Serangga Pradewasa merupakan salah satu matakuliah pilihan bagi mahasiswa pasca sarjana ilmu hama tumbuhan. Kriteria kelulusan dalam matakuliah ini yaitu mampu melakukan identifikasi terhadap serangga pradewasa (immature insect) dengan mengenali karakter pembeda dari tingkat ordo, famili hingga genus.



Untuk memenuhi kredit pembelajaran dilakukan kegiatan praktikum mandiri berupa koleksi serangga pradewasa (larva, nimfa, naiad) di lapangan dari berbagai habitat dengan jumlah minimal koleksi sebanyak 100 famili. Proses identifikasi spesimen koleksi dilakukan di Laboratorium Entomologi Dasar, Dept. Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fak. Pertanian, UGM.

Praktikum mandiri koleksi serangga pradewasa dilakukan di berbagai habitat meliputi, terestrial : kebun, sawah, hutan, semak, lembah, dan pertamanan, serta habitat akuatik meliputi sungai, dan air terjun. Beberapa tempat yang sudah kami kunjungi yaitu Kali Adem (kaliurang), Air terjun Tlogo Putri, Kawasan hutan Goa Jepang, Kebun Percobaan Berbah, Kebun Percobaan Bangun Tapan, Pertanaman Bawang dan Cabai (Bantul), Lembah Bulak Sumur UGM, Persawahan Magelang, Air terjun Kedung Kayang Boyolali.

Sejauh Apa Kita Mengenal Cicada (Tonggeret) di Indonesia?

INTRODUCTION
Melalui tulisan ini saya akan mengulas mengenai Cicada (tonggeret) serangga penanda pergantian musim yang sedang banyak bermunculan pada bulan-bulan ini (April-Mei). Di Indonesia berbagai nama dikenal sebagai local name dari Cicada, yaitu vampir pohon, tonggeret, garengpung, kriangan, nyengnyeng serta uir-uir. Keunik-kan dari serangga pencucuk penghisap ini adalah selain fungsi sosialnya sebagai penanda pergantian musim juga karena siklus hidupnya yang tidak banyak orang mengetahui bahwa Cicada memiliki umur hingga 17 tahun. Namun, sejatinya apasaja yang sudah kita ketahui mengenai serangga ini?? apakah tonggeret di Indonesia juga memiliki umur yang sama panjangnya dengan Cicada di negara lain?? apakah tonggeret di Indonesia sudah banyak diteliti hingga nama spesies bahkan distribusinya?

Gambar1. Eksuvie nimfa tonggeret instar 5 (Instar akhir)

Saya mengutip kata bijak mengenai Cicada dari www.magicicada.org “Cicada adalah salah satu keajaiban alam – jutaan serangga bernyanyi, terbang, dan kemudian pergi sebelum kita menyadarinya”. Ini adalah kondisi kita sekarang bahwa kita belum menyadari sepenuhnya apa yang ada di sekitar kita meskipun hal itu memiliki manfaat, seperti Cicada.

TAKSONOMI
Dari segi taksonomi saya tertarik untuk dapat melihat bagaimana Exuviae (selongsong kulit hasil molting serangga) dapat berfungsi sebagai penciri identitas tonggeret/Cicada hingga pada taraf spesies. Bagian tubuh nimfa tonggeret instar akhir yang dapat dijadikan sebagai penanda spesies meliputi :
a) Femoral comb/sisir atau gerigi pada femur,
b) Spine/duri pada kaki belakang
c) Ventral genitalia/kenampakan pada ujung abdomen (alat kelamin) jantan maupun betina

Gambar2. Bagian tubuh pada nimfa instar 5 yang dapat dijadikan sebagai petunjuk identifikasi spesies