Author Archive

Kolaborasi Penelitian dengan Hans Joachim Offenberg, Ph.D.

Bersama Prof. Seiki YAMANE, Ph.D.
Lokasi: Kasetsart University, Thailand

Penelitian tentang semut masih jarang dilakukan di Indonesia, beberapa workshop dan seminar se- Asia Tenggara tentang persemutan telah dilakukan. ANeT adalah salah satu perhimpunan peneliti semut ASEAN yang juga telah berkolaborasi dengan Laboratorium Entomologi Dasar. Penelitian semut yang dilakukan oleh Laboratorium adalah inventarisasi semut di Yogyakarta serta mengetahui peranan masing-masing spesies yang ada. Odontoponera transversa adalah semut Ponerinae yang bersengat dan diketahui sebagai predator pada rayap dan juga lalat buah, sedangkan Diacamma pallidum belum banyak diteliti di Indonesia. Penelitian perilaku semut telah banyak di dilakukan oleh Fuminori Ito, Ph.D. dari Jepang dan juga JunLit, Ph.D. dari Philippine.

Beberapa semut tampak sama bila dilihat sepintas tetapi bila diamati lebih detail maka akan tampak perbedaannya yang sangat jelas. Penelitian semut ini akan dikembangkan ke arah peranan semut dalam ekosistem pertanian yang dibantu oleh Prof. Seiki YAMANE, Ph.D. dari Kagoshima University dan Steve Shattuck, Ph.D. dari CSIRO. Prof. Seiki YAMANE, Ph.D. adalah seorang ahli taksonomi semut yang dikenal di dunia. Sedangkan Steve Shattuck, Ph.D. selain seorang taksonom semut, dia juga pembuat software program BioLink yaitu program database koleksi spesimen serangga yang telah digunakan di dunia (terutama di Eropah). Database koleksi serangga yang ada di Laboratorium Entomologi Dasar juga menggunakan program ini.


Marie dan  Ellen mahasiswa S1 AArush University, Denmark melakukan penelitian semut rangrang di Yogyakarta
 
Semut rangrang sedang meminum cairan tanaman kacang panjang

Kolaborasi Penelitian dengan Prof.Dr. Richard Drew


Bersama Prof. Richard Drew, Ph.D.
Lokasi: Griffith University, Australia

Penelitian inventarisasi lalat buah ini dilakukan sebagai data awal untuk mengetahui spesies apa saja yang telah berada di Yogyakarta yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman untuk melakukan penelitian-penelitian pengendalian lalat buah hama. Sementara ini telah ditemukan 18 spesies lalat buah genus Bactrocera spp. dan 2 genus Dacus spp. yang menyerang buah dan sayur di Yogyakarta. 7 spesies tertarik methyl eugenol dan 11 spesies tertarik cue lure sedangkan 2 spesies lainnya tidak tertarik methyl eugenol maupun cue lure. Identifikasi lalat buah ini dilakukan di Laboratorium Entomologi Dasar berkolaborasi dengan Laboratorium lalat buah Griffith University. Setiap spesies yang meragukan dikirim kepada Prof. Richard Drew, Ph.D. untuk konfirmasi nama spesies lalat buah yang didapat.

Tim Peneliti:
Suputa
Edhi Martono


Perangkap lalat buah

Dacus longicornis

Bactrocera umbrosa

Bactrocera carambolae

Adramma determinata

Kolaborasi Penelitian dengan Prof. Kazumi Tanida, Ph.D.


Bersama Prof. Kazumi TANIDA, Ph.D
Lokasi: Osaka Prefecture University

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai [irigasi] dengan indikator serangga yang biasa disebut dengan Bioindikator Kualitas Air. Penelitian ini dilakukan di dua sungai yaitu sungai Opak dan sungai Gajah Wong. Chimarra sp. dan Cheumatopsyche termasuk kedalam Ordo Trichoptera yang banyak terdapat di kedua sungai tersebut, sedangkan Isoperla sp. [Ordo Plecoptera] hanya sedikit ditemukan. Total spesies yang ditemukan pada kedua sungai tersebut adalah 24 spesies. Spesimen-spesimen serangga yang didapat dibawa ke Laboratorium Ekologi, Osaka Prefecture University, Jepang untuk diidentifikasi di bawah bimbingan Prof. Kazumi TANIDA, Ph.D. yang selanjutnya dibawa pulang lagi ke Indonesia dan disimpan di Museum Serangga, Laboratorium Entomologi Dasar, Jurusan Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian UGM.

Tim Peneliti:
Sri Puji Saraswati
Suputa
Suparno alm.


Koleksi serangga air

Chimarra sp.

Cheumatopsyche sp.

Isoperla sp.

Kolaborasi Penelitian dengan Prof.Dr. Seiki Yamane


Bersama Prof. Seiki YAMANE, Ph.D.
Lokasi: Kasetsart University, Thailand

Penelitian tentang semut masih jarang dilakukan di Indonesia, beberapa workshop dan seminar se- Asia Tenggara tentang persemutan telah dilakukan. ANeT adalah salah satu perhimpunan peneliti semut ASEAN yang juga telah berkolaborasi dengan Laboratorium Entomologi Dasar. Penelitian semut yang dilakukan oleh Laboratorium adalah inventarisasi semut di Yogyakarta serta mengetahui peranan masing-masing spesies yang ada. Odontoponera transversa adalah semut Ponerinae yang bersengat dan diketahui sebagai predator pada rayap dan juga lalat buah, sedangkan Diacamma pallidum belum banyak diteliti di Indonesia. Penelitian perilaku semut telah banyak di dilakukan oleh Fuminori Ito, Ph.D. dari Jepang dan juga JunLit, Ph.D. dari Philippine.

Beberapa semut tampak sama bila dilihat sepintas tetapi bila diamati lebih detail maka akan tampak perbedaannya yang sangat jelas. Penelitian semut ini akan dikembangkan ke arah peranan semut dalam ekosistem pertanian yang dibantu oleh Prof. Seiki YAMANE, Ph.D. dari Kagoshima University dan Steve Shattuck, Ph.D. dari CSIRO. Prof. Seiki YAMANE, Ph.D. adalah seorang ahli taksonomi semut yang dikenal di dunia. Sedangkan Steve Shattuck, Ph.D. selain seorang taksonom semut, dia juga pembuat software program BioLink yaitu program database koleksi spesimen serangga yang telah digunakan di dunia (terutama di Eropah). Database koleksi serangga yang ada di Laboratorium Entomologi Dasar juga menggunakan program ini.

Tim Peneliti:
Suputa
Ahmad Taufiq Arminudin


Bersama Steve Shattuck, Ph.D.
Lokasi: Museum Seranggga BALITPA Bogor

Odontoponera denticulata

Diacamma pallidum
 
Bersama Fuminori ITO, Ph.D dan JunLit, Ph.D.
Lokasi: Universiti Putra Malaysia

Laboratorium Entomologi

Setiap mahasiswa diberi keterampilan untuk membuat spesimen serangga baik awetan kering maupun awetan basah. Beberapa matakuliah mengharuskan mahasiswa mengoleksi serangga, misalnya matakuliah Entomologi Dasar salah satu tugas mahasiswa yang mengambil matakuliah ini adalah melakukan koleksi segala macam serangga dan membuat awetan basah dan kering serta mengidentifikasinya sampai tingkat famili. Selain matakuliah Entomologi Dasar matakuliah Pengendalian Hayati menghendaki mahasiswanya mengoleksi dan mengawetkan serangga-serangga musuh alami, koleksi dan awetan serangga hama pascapanen untuk mata kuliah Pascapanen, koleksi serangga hama untuk matakuliah Identifikasi Hama. Pada umumnya mahasiswa cukup terampil dalam melakukan koleksi dan membuat awetan serangga secara mandiri. Hasil koleksi tersebut disimpan di laboratorium dan digunakan untuk kepentingan praktikum Taksonomi Serangga. Praktikum ini membutuhkan bagian-bagian tubuh serangga yang khas sebagai karakter penciri khusus yang digunakan untuk kepentingan identifikasi hingga tingkat famili dan juga digunakan untuk responsi beberapa mata kuliah dan praktikum yang berhubungan dengan Entomologi. Pengawetan kupu-kupu adalah dengan cara menusuk dengan jarum serangga pada bagian garis tengah mosthorax untuk serangga dewasa; mengatur kedua sayapnya dengan ketentuan sayap depan bagian posterior tegak lurus dengan badan, sayap kedua menyesuaikan. Pengaturan posisi sayap dilakukan pada span block. Serangga yang dikoleksi oleh mahasiswa selain kupu-kupu adalah kumbang, belalang, jengkerik, semut, lebah, lalat buah, lalat sehari, kepik, dan ngengat. Di Laboratorium Entomologi Dasar juga terdapat koleksi beberapa arthropoda selain serangga, yaitu Arachnida (laba-laba), Akarina (tungau), Diplopoda (kaki  seribu), Chilopoda (kelabang), Xiphosura (mimi), dan Crustacea (kepiting, lobster, dan udang).

Gambar 1. Mahasiswa sedang melakukan pengawetan serangga Gambar 2. Spesimen kupu-kupu hasil praktikum mahasiswa