Universitas Gadjah Mada Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Berita

ALUMNI HPT FAPERTA UGM MENJADI DIREKTUR UTAMA PERUM BULOG RI (2009 – 2014)

  • Berita, Uncategorized
  • 28 Februari 2020, 13.00
  • Oleh : wibiseno
Foto Bersama di Auditorium Fakultas Pertanian UGM. dari kiri : Achmadi Priyatmojo, Witjaksono , Sutarto Alimoeso , Suryanti , Ami , Icha

Sutarto Alimoeso, alumnus HPT Faperta UGM 1974 telah mencapai kesuksesannya. Sepak terjang Beliau di bidang Pertanian Indonesia sudah tidak diragukan lagi selama berpuluh-puluh tahun. Riwayat pencapaian Beliau adalah sebagai berikut :

1997 – 1998  Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Barat

1998 – 2003 Direktur Perlindungan Tanaman Pangan

2003 – 2006 Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

2006 – 2010 Direktur Jenderal Tanaman Pangan

2009 – 2014 Direktur Utama Perum BULOG

2013 – sekarang : Ketua Umum PERPADI

Meraih Bintang Jasa Utama

Pencapaian tersebut dibekali oleh ilmu pengetahuan yang didapat dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT/Proteksi Tanaman) UGM. Banyak landasan hidup yang dipegang teguh oleh Beliau sehingga bisa sukses sampai sekarang ini

  1. Totalitas, sungguh-sungguh, dan professionalitas

Selama masa kuliah Beliau sangat bersungguh-sungguh menimba ilmu di Fakultas Pertanian UGM, karena menurut Beliau harus betul-betul menguasai Ilmu HPT. Selain memperoleh ilmu di bangku perkuliahan, Beliau juga tidak menutup diri dari dunia luar, Beliau belajar dan berusaha mengetahui persoalan bidang pertanian yang ada disekitar, hal tersebut dilakukan dengan mengikuti berbagai organisasi dimana melalui organisasi ini Beliau dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan yang lain. Menurut beliau kita perlu mengetahui persoalan yang ada di sekitar kita, khususnya persoalan global dalam bidang pertanian Indonesia, maka selanjutnya kita bisa merumuskan strategi dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menyelesaikan permasalahan pertanian Indonesia.

  1. Membangun relasi/jaringan

Kesuksesan yang beliau raih juga didukung oleh kemampuan membangun relasi. Sejak masa kuliah beliau aktif mengembangkan relasi dengan aktif pada kegiatan kampus, ikut dalam berbagai kepanitiaan, yang tentunya hal tersebut dapat membangun rasa kepercayaan diri. “Membangun jaringan yang bersifat positif, dan dalam melaksanakan memimpin harus objektif. Objektivitas itu penting” tutur Beliau.

  1. Tidak mudah merasa puas

Beliau adalah sosok yang tidak mudah merasa puas dengan apa yang telah dicapai/diperoleh. “Orang lain bisa kenapa saya tidak bisa?” slogan itu menjadi prinsip hidup yang dipegang teguh sampai sekarang.

  1. Memberikan legacy

Selama Beliau berkiprah di dunia pekerjaan, tidak pernah sekalipun beliau menolak tugas yang diberikan. Beliau juga menekuni dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas tersebut. “Tidak lupa saya juga harus memberikan legacy pada tugas tersebut, saya harus berhasil dan saya harus memberikan legacy untuk dikenang” tutur Beliau. Terbukti saat menjadi Direktur Utama Perum Bulog, pada masa jabatan Beliau berhasil membentuk tenaga fungsional pengamat hama agar eksplosi hama tidak terjadi sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan. Terbukti pada tahun 2013 Indonesia tidak impor beras. Ketika Beliau menjabat sebagai Direktur Jendral Tanaman Pangan pada dua tahun berturut-turut (2008 dan 2009) Indonesia berhasil tidak mengimpor beras dari luar negeri. “Semakin tinggi jabatan kita pemikiran kita harus lebih komprehensif” tutur Beliau.

Menurut Beliau, HPT merupakan jurusan yang cukup menjanjikan, dengan peluang kerja yang luas. “Negara Indonesia memiliki berbagai produk eksotis, dalam proses ekspor dan impor banyak hal yang menjadi kendala, dan HPT adalah sebagai bariernya. Misalkan, untuk mengekspor buah-buahan yang sering dipersoalkan adalah lalat buah, dan itu adalah bidang HPT yang mampu mengelolanya” tutur Beliau. “Mati hidup pangan kedepan, HPT menjadi penentu. Ketika terjadi eksplosi hama dan penyakit, maka produktivitas akan menurun, selain itu hama dan penyakit juga berpengaruh pada produksi, kualitas, kuantitas, keamanan produk, gizi, dsb, tanpa pengelolaan hama dan penyakit, maka kebutuhan ekspor dan pemenuhan kebutuhan pangan menjadi tidak akan tercapai” lanjut Beliau

“Professional menjadi titik pokok kita bisa bekerja dengan baik” ilmu yang Beliau peroleh dari HPt benar-benar beliau terapkan “Keadaan iklim bagaimana, keadaan hama dan penyakitnya bagaimana, dan  varietas apa yang harus saya masukkan?” terbukti untuk meningkatkan produksi pada tahun 2008-2009 Beliau melakukan introduksi padi hibrida seluas 350.000 Ha, Beliau faham bahwa varietas ini merupakan varietas yang cenderung peka terhadap hama dan penyakit, berkat ilmu HPT yang Beliau kuasai, permasalahan tersebut dapat ditanggulangi dengan pergiliran tanam, pergiliran varietas, pemilihan lokasi tanam yang tepat.

“Masuk jurusan HPT : jadikan tantangan, jika sudah menjadi tantangan maka akan menjadi peluang” (Sutarto Alimoeso).

(HPT/AS,TM)

 

Tags: fakultas pertanian universitas gadjah mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

Refleksi Akhir Tahun Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM

BeritaUncategorized Sabtu, 30 Desember 2023

Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan refleksi akhir tahun pada Kamis, 21 Desember 2023. Refleksi akhir tahun ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi target dan pencapaian yang telah dicapai maupun yang masih dalam proses untuk mengevaluasi kinerja departemen hama dan penyakit tumbuhan agar lebih baik lagi. Pada refleksi akhir tahun juga, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan meluncurkan terobosan baru yaitu Klinik Tanaman untuk memfasilitasi petani dan pihak terkait lainnya yang membutuhkan konsultasi mengenai hama dan penyakit tanaman dengan ahlinya.

Prodi Proteksi tetap Berprestasi di tengah Pandemi COVID-19

BeritaNewsUncategorized Jumat, 22 Mei 2020

Prodi Proteksi tetap Berprestasi di tengah Pandemi Covid-19

(Suasana Sidang Yudisium Online Prodi Proteksi Tanaman)Yogyakarta, Prodi Proteksi Tanaman baru-baru ini melaksanakan Yudisium Periode Mei 2020 pada 18 Mei 2020 secara online. Prodi Proteksi meluluskan 5 mahasiswa, dua diantaranya lulus dengan predikat “Cumlaude”. Masa studi yang ditempuh selama 3 tahun 10 bulan yang membuktikan prodi Proteksi Tanaman tetap bisa meluluskan mahasiswa dengan masa studi yang singkat dan hasil yang memuaskan walaupun sedang dalam kondisi Pandemi Covid-19.

(Royanda, mahasiswa Proteksi Tanaman yang berhasil menyelesaikan studi di tengah pandemi Covid-19)

“Peran dosen pembimbing selama membimbing di tengah pandemi ini menurutku tetap berjalan lancar, tetap memantau dgn rutin dan mengarahkan mahasiswanya.

JADWAL SNMPTN DAN SBMPTN 2020

Beritadan UM UGMUncategorized Selasa, 19 November 2019

Sistem penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2020 telah diumumkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tanggal 15 November 2019.

Rahayu Widyastuti: Lulusan Tercepat dan Terbaik Departemen HPT, UGM 2018

Berita Selasa, 20 Februari 2018

Oleh: Nadiyah Hidayati

 Rahayu Widyastuti mahasiswi Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) angkatan 2014 menjadi lulusan tercepat dan terbaik Departemen HPT, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Periode Wisuda 21 Februari 2018.

Berita Terakhir

  • DAFTAR DOSEN DAN PROPOSAL PENELITIAN YANG DIDANAI OLEH KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI TAHUN 2025
  • Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM Menggelar Yudisium Januari II 2025
  • Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM Menggelar Yudisium Januari I 2025
  • Jadwal Yudisium 2025
Universitas Gadjah Mada

Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
Jl. Flora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 INDONESIA
 : +62-274-523926
 : +62-274-523926
 : hpt@faperta.ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada