The Department of Plant Pests and Diseases (HPT), Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada (UGM), conducted a community service program in Plana Village, Somagede Subdistrict, Banyumas Regency, on February 4, 2026. The activity involved several lecturers from the Department of HPT, namely Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., IPU., Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Dr. Suputa, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Triwidodo Arwiyanto, M.Sc., as well as retired lecturer Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U. The community service activity was carried out at Mr. Ganjar’s durian orchard located in Plana Village, Somagede Subdistrict.
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen Departemen HPT, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., IPU., Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Dr. Suputa, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Triwidodo Arwiyanto, M.Sc., serta dosen purna tugas Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U. Kegiatan pengabdian dilakukan tepatnya di Kebun Durian milik Bapak Ganjar yang berlokasi di Desa Plana, Kecamatan Somagede.
The Department of Plant Pests and Diseases (HPT), Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada (UGM), carried out a community service program in Dusun Siweru, Sigaluh Subdistrict, Banjarnegara Regency—known locally as the “Durian Village”—on February 4, 2026. The activity involved several faculty members from the Department of HPT, including Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D., IPU., Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Dr. Suputa, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Triwidodo Arwiyanto, M.Sc., as well as retired lecturer Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U.
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dusun Siweru, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, yang dikenal sebagai “Kampung Durian”, pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen Departemen HPT, yaitu Prof. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., Ph.D., IPU., Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Dr. Suputa, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Triwidodo Arwiyanto, M.Sc., serta dosen purna tugas Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U. Kegiatan pengabdian difokuskan pada penguatan budidaya durian varietas premium seperti Musang King dan Duri Hitam, yang saat ini banyak dibudidayakan oleh petani setempat. Namun, sejumlah tanaman dilaporkan belum berbuah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, TIm dosen mendiskusikan penerapan teknologi budidaya, salah satunya metode top working (penyambungan pucuk), yang berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman. Dalam kondisi opTImal, satu pohon durian dapat menghasilkan sekitar 80–150 buah per musim panen. Dusun Siweru merupakan bagian dari komunitas durian Rupaduri yang telah memasuki tahun kedua pengembangan. Pada tahun ini, program pengembangan durian direncanakan menjangkau hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, dengan luas areal sekitar 344 ribu meter persegi dan sebanyak 2.782 pohon durian yang telah terdata. Selain pengembangan kebun, komunitas Rupaduri juga menyelenggarakan pelatihan dan edukasi bagi petani, pendampingan pemeliharaan kebun, serta pengembangan unit edukasi dan bisnis yang mencakup produksi buah segar dan kegiatan pembelajaran budidaya durian. Kegiatan ini turut didampingi oleh Mas Bayu selaku Ketua Rupaduri dan Mas Hakim selaku Wakil Ketua Rupaduri yang berperan dalam pengawalan manajemen dan perawatan kebun. Dalam kegiatan tersebut, TIm pengabdian juga memperkenalkan pemanfaatan agens hayaTI sebagai bagian dari pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta mendorong pengembangan durian lokal unggul melalui kontes varietas lokal. Diskusi teknis juga mencakup strategi pemupukan untuk merangsang pembungaan di luar musim, teknik sambung pucuk dan okulasi, serta faktor lingkungan seperti kekeringan tempat. Wilayah Sigaluh yang berada pada kisaran 500–600 meter di atas permukaan laut dinilai cukup ideal untuk budidaya durian, dengan kondisi opTImal pada ketinggian 600–700 mdpl. Aspek ekologi penyerbukan turut menjadi perhatian dalam diskusi, mengingat penyerbuk utama durian adalah kelelawar yang aktif pada malam hari, seiring dengan karakter bunga durian yang mekar pada malam hari. Hal ini menjelaskan rendahnya peran serangga diurnal seperti lebah dan kupu-kupu dalam proses penyerbukan. Untuk menjaga kualitas buah, petani juga menerapkan penyemprotan rutin setiap 15 hari sejak fase penTIl buah berukuran sebiji kopi guna mencegah serangan hama dan penyakit. Tim pengabdian juga mengidentifikasi berbagai permasalahan penyakit tanaman durian, seperti hawar daun, serangan hama pada batang, serta gejala jamur upas yang ditandai dengan lapisan putih pada batang yang menyebabkan jaringan tanaman mengering. Selain itu, kondisi iklim ekstrem, khususnya curah hujan TInggi, dilaporkan dapat memengaruhi kualitas buah, di mana sebagian buah matang lebih awal namun belum mencapai performa optimal, sementara sisanya baru matang dengan kualitas yang lebih baik pada fase berikutnya.
The workshop entitled “Dissemination of Policies, Mechanisms, and Accreditation Instruments of the Independent Accreditation Agency for Higher Education in Agricultural Sciences (LAM-PTIP)” was organized as an effort to strengthen academic community understanding of quality assurance systems and accreditation in higher education in the field of agriculture. The event was held on Thursday, 29 January 2026, at the Faculty of Forestry, Universitas Gadjah Mada, Building A, 1st Floor.


