Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Plana, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen Departemen HPT, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc., IPU., Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Dr. Suputa, S.P., M.P., Prof. Dr. Ir. Triwidodo Arwiyanto, M.Sc., serta dosen purna tugas Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U. Kegiatan pengabdian dilakukan tepatnya di Kebun Durian milik Bapak Ganjar yang berlokasi di Desa Plana, Kecamatan Somagede.
Kebun ini dikenal sebagai salah satu sentra pengembangan durian lokal dengan varietas khas, yaitu Durian Kromo. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan analisis laboratorium, ditemukan dua patogen utama yang berpotensi menurunkan kesehatan dan produktivitas tanaman durian, yaitu Phytopythium vexans dan Globisporangium splendens. Kedua patogen tersebut diketahui sebagai penyebab gangguan pada sistem perakaran dan jaringan tanaman yang dapat memicu gejala busuk akar dan penurunan vigor tanaman. Sebagai upaya pengendalian, pengelola kebun telah menerapkan strategi pengendalian hayati dengan memanfaatkan agen antagonis Trichoderma. Aplikasi Trichoderma dilakukan melalui metode pengocoran langsung ke area perakaran tanaman, sehingga mikroorganisme antagonis dapat berkembang di rizosfer dan menekan pertumbuhan patogen tular tanah.
Kegiatan pengabdian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas durian lokal, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan teknologi budidaya kepada petani, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan pengendalian hayati yang inovatif dan ramah lingkungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan petani juga mencerminkan dukungan terhadap SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.


