
PT Indo Rempah Lestari melaporkan ditemukannya gejala bercak coklat pada sampel daun tanaman vanili yang dibudidayakan di area greenhouse perusahaan. Sampel daun tersebut menunjukkan adanya bercak berwarna coklat pada permukaan daun serta bintik-bintik hitam di dalam jaringan daun ketika kondisi daun masih segar.
Menurut pengelola kebun, Pak Joko Lestari, gejala yang muncul tidak hanya berupa bercak, tetapi juga perubahan warna daun menjadi kekuningan yang kemudian mengering. Kondisi ini terjadi lebih cepat pada daun dibandingkan dengan batang tanaman, sementara posisi batang tetap relatif sama.
Sistem budidaya vanili yang diterapkan di PT Indo Rempah Lestari menggunakan metode pertanian organik penuh. Tanaman ditanam di dalam greenhouse dengan media tanam berupa sabut kelapa serta menggunakan paranet sebagai peneduh. Penyiraman dilakukan secara rutin sebanyak dua kali dalam seminggu.
Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa penyebaran gejala pada tanaman cenderung meningkat ketika intensitas hujan tinggi. Dalam satu lokasi kebun, ditemukan beberapa kondisi tanaman yang berbeda meskipun berada pada area yang sama. Sementara itu, pada tanaman yang ditanam di lahan terbuka, gejala serupa tidak berkembang dengan signifikan karena suhu lingkungan di luar mencapai sekitar 30°C, sedangkan suhu di dalam greenhouse dapat mencapai 32°C. Sebagai upaya pengendalian, pihak kebun menerapkan penggunaan pestisida nabati, salah satunya dengan penyemprotan ekstrak kunyit pada tanaman yang menunjukkan gejala.
Berdasarkan hal tersebut, Bapak Joko Lestari melakukan pemeriksaan sampel kepada layanan klinik Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Bapak Joko Lestari juga melakukan konsultasi kepada dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan terkait yaitu Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P dan Dr. Suryanti, S.P., M.P. Informasi mengenai hasil pengamatan dan analisis sampel daun tersebut disampaikan oleh Fidela Dini Rahmasari, laboran yang bertugas di laboratorium, hasil akan keluar sekitar dua hingga tiga minggu setelah sampel diperiksa.
Kegiatan identifikasi dan penanganan gejala penyakit pada tanaman vanili ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 15 (Ekosistem Daratan). Melalui penerapan budidaya organik, penggunaan pestisida nabati, serta dukungan analisis ilmiah dari institusi akademik, upaya ini berkontribusi dalam menjaga produktivitas tanaman secara berkelanjutan, melindungi kesehatan lingkungan, dan memperkuat sistem pertanian yang ramah ekosistem.

