Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam bidang nematologi, PT Syngenta menugaskan beberapa staff yaitu Agus Musthofa Ali S.P., Henty Ira Fajar S.P., Pudjo Rahardjo S.P., Irvan Insanul Muttaqin S.P., dan Dyah Ayu Wulansari S.P., M.Sc. untuk mengikuti pelatihan nematologi yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu pada tanggal 9-11 Januari 2026 di Laboratorium Nematologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan pelatihan nematologi dibimbing dan didampingi langsung oleh dosen bidang nematologi Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan yaitu Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P. dan Dr. Muhammad Iqbal Maulana, S.Hut., M.Sc. serta asisten yaitu sdr Tiara Indah Wahyuni S.P., M.Sc dan Arifah Andriyanti. Materi dan kegiatan yang dilakukan meliputi konsep dasar hingga praktik lanjutan nematologi. Hari pertama difokuskan pada pemahaman dasar nematoda, meliputi pengertian, peran penting nematoda dalam ekosistem pertanian, morfologi, anatomi, klasifikasi, identifikasi, siklus hidup, reproduksi, bioekologi, serta interaksinya dengan organisme lain. Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan pengelolaan nematoda penting, khususnya OPTK A1, serta materi dan praktik berbagai metode ekstraksi dan isolasi nematoda, seperti metode Baermann Funnel, Whitehead Tray, maserasi, sentrifugasi, elutriasi, mist chamber, hingga ekstraksi sista dari tanah kering dan basah.
In order to enhance knowledge and competence in the field of nematology, PT Agri Makmur Pertiwi assigned one of its staff members, Mr. Hasbi, S.P., M.Sc., to participate in a nematology training program conducted over two days, on 14–15 January 2026, at the Nematology Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam bidang nematologi, PT Agri Makmur Pertiwi menugaskan salah satu staff yaitu sdr. Hasbi S. P., M. Sc untuk mengikuti pelatihan nematologi yang dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 14-15 Januari 2026 di Laboratorium Nematologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan pelatihan nematologi dibimbing dan didampingi langsung oleh dosen bidang nematologi Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan yaitu yaitu Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P. dan Dr. Muhammad Iqbal Maulana, S.Hut., M.Sc. serta asisten yaitu sdr Tiara Indah Wahyuni S.P., M.Sc. Materi dan kegiatan yang dilakukan meliputi konsep dasar hingga praktik lanjutan nematologi. Hari pertama difokuskan pada pemahaman dasar nematoda, meliputi pengertian, peran penting nematoda dalam ekosistem pertanian, morfologi, anatomi, klasifikasi, identifikasi, siklus hidup, reproduksi, bioekologi, serta interaksinya dengan organisme lain. Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan pengelolaan nematoda penting, khususnya OPTK A1, serta materi dan praktik berbagai metode ekstraksi dan isolasi nematoda, seperti metode Baermann Funnel, Whitehead Tray, maserasi, sentrifugasi, elutriasi, mist chamber, hingga ekstraksi sista dari tanah kering dan basah.
To improve knowledge in the field of nematology, PT Agri Makmur Pertiwi assigned two staff members, Mr. Hasby, S.P., M.P. and Ms. Agistha Melyndasari, S.Tr.P., to participate in a mycology training program conducted at the Clinical Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, located in Building A2A, 3rd Floor. The fungal training was held over two days, on Monday–Tuesday, 12–13 January 2026.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam bidang nematologi, PT Agri Makmur Pertiwi menugaskan dua staff yaitu sdr. Hasby, S. P, M. P. dan Agistha Melyndasari, S. Tr.P. untuk mengikuti pelatihan mikologi yang dilaksanakan di Laboratorium Klinik, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada tepatnya di Gedung A2A Lantai 3. Kegiatan pelatihan jamur diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada Senin–Selasa, 12–13 Januari 2026. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dipimpin oleh Ketua Departemen, dilanjutkan dengan coffee break. Materi hari pertama dimulai dengan pembahasan sistem klasifikasi jamur yang disampaikan oleh Dr. Suryanti, S.P., M.P., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan karakter morfologi jamur, khususnya Fusarium, termasuk Fusarium graminearum yang bersinonim dengan Gibberella zeae, oleh Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc. Setelah sesi istirahat, peserta mengikuti materi dan praktik deteksi jamur terbawa biji menggunakan metode blotter dan agar pada biji jagung, serta teknik isolasi jamur Fusarium dari bahan tanaman dan tanah yang dipandu oleh Dr. Suryanti, S.P., M.P. Kegiatan hari pertama ditutup dengan praktik teknik pemurnian kultur jamur dan isolasi spora tunggal yang dipandu oleh Dr. Ir. Arif Wibowo, M.Agr.Sc.



