
Banjarbaru, 19–20 Agustus 2026 — Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P., dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi narasumber dalam kegiatan pendampingan petani klaster pangan di Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada 19–20 Agustus 2026 di Banjarbaru.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Sosialisasi dan Pembekalan Teknis Implementasi Demplot PEDAS TANI (Program Ekstensifikasi dan Intensifikasi Budidaya Cabai Berkelanjutan Berbasis Teknologi Tepat Guna dan Agensia Hayati). Kegiatan dilaksanakan di Grand Maya Hotel Banjarbaru dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, perwakilan Seksi Hortikultura dan Perkebunan Bidang Pertanian dan Perkebunan DKP3 Kota Banjarbaru, Balai Besar Penyuluhan Pertanian (BBPP) Binuang, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Seksi Hortikultura dan Perkebunan dari Bidang Pertanian dan Perkebunan, DKP3 Kota Banjarbaru, turut menghadiri kegiatan tersebut. Sosialisasi dan pembekalan teknis ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan demplot PEDAS TANI sekaligus meningkatkan pemahaman teknis para pendamping dan petani dalam penerapan teknologi budidaya cabai yang berkelanjutan.
Program PEDAS TANI diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai upaya mendukung pengembangan budidaya cabai melalui pendekatan ekstensifikasi dan intensifikasi yang memanfaatkan teknologi tepat guna serta agensia hayati. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pembekalan yang diharapkan dapat mendukung penerapan praktik budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di tingkat petani.
Keterlibatan Dr. Tri Harjaka sebagai narasumber juga menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam mendukung penguatan kapasitas petani dan pendamping di sektor pertanian. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga penyuluhan, Bank Indonesia, dan kelompok tani diharapkan dapat memperkuat implementasi program serta mendukung pengembangan komoditas cabai secara berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger, yang berfokus pada penghapusan kelaparan, peningkatan ketahanan pangan, dan pengembangan pertanian berkelanjutan. Penerapan teknologi tepat guna dan agensia hayati dalam budidaya cabai berkelanjutan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

