

Yogyakarta, 29 Agustus 2026 – Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman (IHT), Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan malam keakraban (makrab), pengamatan, dan sampling serangga di kawasan Taman Lansia Ceria (TLC) Bethesda Yakkum serta area Kali Kuning dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang memadukan kegiatan akademik dengan upaya mempererat persaudaraan antara mahasiswa IHT, baik mahasiswa baru, mahasiswa lama, maupun alumni.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mempelajari keanekaragaman serangga, teknik identifikasi, serta metode koleksi serangga di habitat alaminya. Selain menjadi sarana pembelajaran lapangan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun interaksi dan kebersamaan antarmahasiswa serta memperkuat hubungan dengan alumni Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman.
Kegiatan mendapatkan pendampingan dari alumni IHT, yaitu Manda Rahma Cyntia, S.P., M.Sc., dan Hanifan, S.P., M.Sc., yang secara aktif membimbing mahasiswa selama proses teknis di lapangan. Pendampingan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis sekaligus berdiskusi mengenai berbagai aspek pengamatan dan koleksi serangga berdasarkan kondisi habitat yang dijumpai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemasangan berbagai jenis perangkap serangga, di antaranya light trap untuk menarik serangga nokturnal, yellow pan trap, serta pitfall trap. Penggunaan beberapa metode perangkap tersebut memungkinkan mahasiswa mengamati dan mengoleksi serangga dengan karakteristik ekologis yang berbeda. Mahasiswa juga melakukan eksplorasi aktif di kawasan Kali Kuning untuk menemukan dan mengoleksi serangga secara langsung dari habitat alaminya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam teknik sampling dan koleksi serangga, tetapi juga dilatih untuk melakukan identifikasi serta analisis terhadap keanekaragaman serangga dan hubungannya dengan lingkungan. Kondisi habitat alami memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa keberadaan dan keragaman serangga dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan serta interaksi ekologis yang berlangsung di dalamnya.
Pembelajaran yang dilakukan di alam terbuka juga menghadirkan pengalaman akademik yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Mahasiswa dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan yang dinamis, melakukan pengamatan secara cermat, serta mengambil keputusan berdasarkan situasi yang ditemui selama proses eksplorasi dan sampling.
Di samping aspek akademik, kegiatan makrab menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun keakraban, memperkuat rasa kekeluargaan, dan memperluas jejaring antara mahasiswa dan alumni IHT. Interaksi yang terjalin selama kegiatan diharapkan dapat menciptakan lingkungan akademik yang lebih suportif serta mendorong terbentuknya kolaborasi dan komunikasi yang berkelanjutan di antara keluarga besar Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman.
Melalui kegiatan makrab dan eksplorasi serangga ini, Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman terus mendorong penerapan pembelajaran berbasis pengalaman sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa. Pengalaman langsung di lapangan diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis, kemampuan analitis, serta kepedulian mahasiswa terhadap keanekaragaman hayati dan keberlanjutan ekosistem.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan penguatan keterampilan lapangan, SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap keterkaitan biodiversitas dan kondisi lingkungan dalam menghadapi perubahan lingkungan, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pembelajaran mengenai keanekaragaman serangga, interaksi ekologis, dan pentingnya konservasi serta pengelolaan ekosistem daratan secara berkelanjutan.


