
Sub-Laboratorium Nematologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menghadirkan program pengembangan kapasitas bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi melalui Advanced Course: Molecular Aspect of Plant-Nematode Interaction. Kegiatan yang akan diselenggarakan secara hybrid pada 6–7 Agustus 2026 ini dirancang sebagai kelas lanjutan yang membahas secara mendalam berbagai aspek molekuler dalam interaksi antara tanaman dan nematoda, mulai dari mekanisme pertahanan tanaman hingga teknologi terkini yang digunakan dalam penelitian nematologi molekuler.
Pelaksanaan Advanced Course merupakan bagian dari komitmen Sub-Laboratorium Nematologi UGM dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan tanaman, khususnya pada kajian molekuler nematoda parasit tumbuhan yang semakin berkembang pesat. Melalui pendekatan yang mengkombinasikan penyampaian teori, diskusi ilmiah, dan konsultasi eksperimen, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme molekuler yang mendasari interaksi antara tanaman dan nematoda serta penerapannya dalam penelitian maupun pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Dr. Muhammad Iqbal Maulana sebagai Molecular Nematologist, Prof. Siwi Indarti sebagai Nematologist, serta Prof. Ani Widiastuti sebagai Phytopathologist. Ketiga narasumber akan membagikan pengalaman penelitian dan perkembangan terbaru mengenai biologi molekuler nematoda, mekanisme ketahanan tanaman, serta pendekatan multidisiplin dalam memahami hubungan antara tanaman inang dan nematoda parasit.
Selama dua setengah hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai sesi yang mencakup Plant Defense and Immunity, pembahasan mengenai nematode effectors and host recognition, hingga berbagai metode mutakhir dalam penelitian interaksi tanaman–nematoda, termasuk pemanfaatan teknologi omics dan teknik laboratorium molekuler. Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi in-depth discussion and experimental consultation, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi secara langsung mengenai desain penelitian, metodologi laboratorium, serta tantangan yang dihadapi dalam penelitian molekuler nematoda.
Sebagai kelas tingkat lanjut, Advanced Course: Molecular Aspect of Plant-Nematode Interaction ditujukan bagi peserta yang telah memiliki pemahaman dasar mengenai biologi molekuler. Kegiatan akan dilaksanakan dalam format hybrid lecture, sehingga peserta dapat mengikuti perkuliahan secara luring di Fakultas Pertanian UGM maupun secara daring dari berbagai daerah. Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam mengikuti rangkaian pembelajaran.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Sub-Laboratorium Nematologi UGM berharap dapat menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, memperluas jejaring kolaborasi penelitian, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dalam bidang nematologi molekuler dan perlindungan tanaman. Dengan menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para peneliti dan akademisi dalam menghadapi tantangan pengelolaan nematoda parasit tumbuhan yang semakin kompleks di masa mendatang.
Penyelenggaraan Advanced Course: Molecular Aspect of Plant-Nematode Interaction mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan kapasitas peneliti dan akademisi dalam mengembangkan strategi pengelolaan nematoda yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan berbasis ilmu pengetahuan mutakhir, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan mendorong penerapan teknologi molekuler dan pendekatan omics dalam penelitian perlindungan tanaman, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ilmu kesehatan tanaman di tingkat nasional maupun internasional.



