Universitas Gadjah Mada Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • DOSEN DAN STAF
    • FASILITAS
    • KERJASAMA
    • PENGABDIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI 2026-2030
    • TENTANG KAMI
    • VISI DAN MISI
    • PERIZINAN
    • ACARA SPESIAL
      • Insect Day UGM
  • AKADEMIK
    • SARJANA
    • PASCASARJANA
      • Ilmu Hama Tanaman
      • Fitopatologi
  • PENELITIAN
  • PUBLIKASI
    • JURNAL
    • PROSIDING
    • BUKU
  • OPT-Klinik Tumbuhan
    • Fusarium spp.
    • Helopeltis spp.
    • Kumbang
    • Lalat Buah
    • Nematoda
    • Patogen Serangga
    • Penggerek Batang Jagung
    • Penggerek Batang Padi
    • Penggerek Buah Kakao
    • Peronosclerospora spp.
    • Phytophthora spp.
    • Ralstonia spp.
    • Rhizoctonia spp.
    • Tungau
    • Wereng Cokelat
  • Tracer Study
    • S1 Proteksi Tanaman
    • S2 Ilmu Hama Tanaman
    • S2 Fitopatologi
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Uncategorized
  • Advanced Training in Plant Health 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Kolaborasi Menuju Sistem Kesehatan Tanaman yang Berkelanjutan

Advanced Training in Plant Health 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Kolaborasi Menuju Sistem Kesehatan Tanaman yang Berkelanjutan

  • Uncategorized
  • 23 Juli 2026, 15.02
  • Oleh: ahmadjodiradityo
  • 0

Yogyakarta, 26 Juni 2026 – Rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerja sama dengan World Vegetable Center (WorldVeg) resmi ditutup pada Jumat, 26 Juni 2026. Memasuki hari terakhir, pelatihan difokuskan pada kesehatan benih (seed health), sistem diagnosis benih, penerapan Integrated Pest Management (IPM), serta integrasi seluruh materi yang telah dipelajari selama lima hari pelatihan. Kegiatan penutup ini menjadi momentum bagi peserta untuk menghubungkan berbagai pendekatan diagnostik, teknologi molekuler, pemuliaan tanaman, hingga strategi pengendalian hama dan penyakit secara terpadu sebagai fondasi dalam membangun sistem kesehatan tanaman yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sesi Seed Health & Diagnostics for Seed Systems yang disampaikan oleh Ram, Lourena Maxwell, dan Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.. Dalam sesi ini peserta mempelajari pentingnya kesehatan benih sebagai langkah awal dalam menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Materi yang diberikan meliputi identifikasi patogen terbawa benih (seed-borne pathogens), berbagai metode pengujian kesehatan benih, serta penerapan teknologi diagnostik untuk mendukung sistem produksi benih yang berkualitas. Para narasumber juga menjelaskan bahwa benih yang bebas dari patogen merupakan komponen penting dalam mencegah penyebaran penyakit tanaman sejak awal musim tanam serta menjadi salah satu strategi utama dalam mendukung keberhasilan budidaya hortikultura yang berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi Seed Health Hands-on di laboratorium yang dipandu oleh Ram, Lourena Maxwell, Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D., Jo, dan Owen. Pada sesi praktikum ini peserta mempraktikkan berbagai tahapan penanganan benih, mulai dari proses pembersihan benih hingga teknik disinfeksi benih menggunakan larutan asam klorida (HCl) dan trisodium phosphate (TSP). Peserta juga mempelajari prosedur kerja laboratorium yang aman, penggunaan alat pelindung diri, serta pentingnya standarisasi proses disinfeksi dalam mengurangi risiko kontaminasi patogen pada benih sebelum digunakan dalam kegiatan produksi maupun penelitian. Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengenai penerapan protokol kesehatan benih yang menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan penyakit tanaman.

Setelah sesi istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan materi IPM Strategies Across Crops yang dipandu oleh Sopana dan Stephen. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai penerapan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT/IPM) pada berbagai komoditas hortikultura seperti tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya mengintegrasikan hasil diagnosis penyakit, teknologi deteksi, ketahanan varietas, serta pemanfaatan agen hayati seperti Trichoderma, Bacillus, Beauveria, dan Metarhizium sebagai bagian dari pengelolaan organisme pengganggu tanaman yang ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga diajak menganalisis berbagai studi kasus nyata untuk merancang paket IPM yang sesuai dengan kondisi lapangan dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

Pada sesi siang hari, seluruh fasilitator memimpin Discussion: IPM Packages & Field Integration yang menjadi forum integrasi seluruh materi pelatihan. Dalam diskusi tersebut peserta bersama para narasumber membahas strategi pengendalian spesifik untuk berbagai komoditas, tantangan penerapan teknologi di tingkat lapangan, serta berbagai solusi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara peneliti, akademisi, penyuluh, dan petani. Diskusi ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan perlindungan tanaman memerlukan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan surveilans, diagnostik, pemuliaan tanaman, kesehatan benih, dan pengendalian hama terpadu dalam satu sistem yang saling mendukung.

Sebagai penutup rangkaian pelatihan, peserta mengikuti Post-Training Quiz & Certification Ceremony yang dipandu oleh tim pelatihan bersama Dr. Srinivas Parimi (Srini). Kegiatan ini diawali dengan evaluasi akhir untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif peserta selama lima hari pelaksanaan kegiatan. Suasana kebersamaan semakin terasa pada Cocktail Dinner yang dipandu oleh Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. di Universitas Gadjah Mada. Acara tersebut menjadi ajang mempererat jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian antara peserta, narasumber, dan institusi yang terlibat dalam pengembangan ilmu kesehatan tanaman di tingkat nasional maupun internasional. Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung pengembangan sistem pertanian yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan di negara masing-masing.

Pelaksanaan hari terakhir sekaligus penutupan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies mempertegas komitmen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dan World Vegetable Center dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kapasitas peserta di bidang kesehatan benih, diagnostik tanaman, pengendalian hama terpadu, dan kolaborasi internasional secara langsung mendukung SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian yang berkelanjutan, SDG 4 (Quality Education) melalui pendidikan berbasis praktik dan transfer pengetahuan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi diagnostik dan inovasi perlindungan tanaman, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring kerja sama antara Fakultas Pertanian UGM, World Vegetable Center, dan berbagai mitra internasional dalam membangun sistem kesehatan tanaman yang tangguh untuk mendukung ketahanan pangan global.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Memahami Standar Profesional Industri melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di Syngenta
  • Mendalami Budidaya dan Proteksi Tanaman Karet melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di Pusat Penelitian Karet Indonesia
  • Memahami Pengelolaan Tanaman melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di PG Madukismo
  • Menapaki Dunia Perkebunan melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di PT Pagilaran
Universitas Gadjah Mada

Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
Jl. Flora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 INDONESIA
 : +62-274-523926
 : +62-274-523926
 : hpt@faperta.ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY