
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), akan menyelenggarakan Guest Lecture bertaraf internasional bertajuk “From Detection to Decision: Developing Integrated Pest Management for Sustainable Cocoa Production in Southeast Asia” pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan pakar internasional Dr. Jerome Niogret untuk berbagi wawasan mengenai perkembangan terkini penerapan Integrated Pest Management (IPM) dalam mendukung produksi kakao yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Guest Lecture akan dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dengan format hybrid, yaitu secara luring di Venture Room, Agricultural Learning Center (AGLC) Lantai 6, Fakultas Pertanian UGM, serta secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini terbuka secara gratis bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, maupun masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap bidang perlindungan tanaman dan pertanian berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Jerome Niogret akan membahas bagaimana pendekatan Integrated Pest Management (IPM) dapat dikembangkan mulai dari tahap deteksi organisme pengganggu tanaman hingga proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan hama dan penyakit secara efektif. Materi yang akan disampaikan mencakup pentingnya surveilans lapangan, identifikasi organisme pengganggu tanaman, analisis risiko, serta pemanfaatan berbagai pendekatan ilmiah dalam menyusun strategi pengendalian yang berkelanjutan pada komoditas kakao di Asia Tenggara.
Sebagai Global IPM Principal Scientist – Research and Development (R&D) Integrated Pest and Pollinator Management di Mars Incorporated, Dr. Jerome Niogret memiliki pengalaman luas dalam pengembangan strategi perlindungan tanaman pada sistem produksi kakao. Selain itu, beliau juga menjabat sebagai Adjunct Senior Research Fellow di James Cook University, Australia, serta Adjunct Professor pada Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Melalui pengalaman akademik dan profesional tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan mengenai penerapan IPM berbasis sains yang telah diimplementasikan pada berbagai sistem produksi kakao di tingkat internasional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi forum ilmiah yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam pengembangan sistem pengelolaan hama terpadu. Selain memperoleh informasi mengenai perkembangan terbaru di bidang perlindungan tanaman, peserta juga akan memiliki kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai implementasi IPM, inovasi teknologi, serta berbagai pendekatan yang dapat diterapkan untuk mendukung pertanian kakao yang produktif dan berkelanjutan.
Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM mengundang seluruh civitas akademika dan masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang telah disediakan oleh panitia. Diharapkan Guest Lecture ini dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian dalam pengembangan ilmu perlindungan tanaman.
Penyelenggaraan Guest Lecture “From Detection to Decision: Developing Integrated Pest Management for Sustainable Cocoa Production in Southeast Asia” mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan kapasitas akademisi dan praktisi dalam pengembangan sistem pengelolaan hama terpadu yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) dengan menghadirkan pembelajaran dari pakar internasional, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui promosi praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan, SDG 15 (Life on Land) melalui pengelolaan hama yang mendukung kelestarian ekosistem, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kerja sama antara Universitas Gadjah Mada, institusi internasional, sektor industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.



