JATINANGOR, 24–26 September 2026 — Mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Plant Protection Day (PPD) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Kegiatan yang berlangsung secara luring pada Kamis hingga Sabtu (24–26/9) tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mengusung tema “Sinergi Ilmu, Inovasi, dan Industri untuk Deteksi Tanaman Keberlanjutan”, Plant Protection Day 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan berpikir kritis dalam bidang perlindungan tanaman. Dalam kegiatan tersebut, terdapat beberapa cabang kompetisi, di antaranya Lomba Cerdas Cermat dan Plant Doctor.
Pada Lomba Cerdas Cermat, peserta berkompetisi secara berkelompok dengan menjawab berbagai pertanyaan ilmiah di bidang perlindungan tanaman. Setiap tim dituntut untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya melalui jawaban yang tepat dan cepat. Kompetisi ini diikuti oleh 16 tim, dengan masing-masing tim terdiri atas tiga mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim UGM yang terdiri atas Galih Parama Sutejo sebagai ketua tim, Oscar Destawira Patria Manggala Putra, dan Moh. Iven Fajar Setyonugroho berhasil meraih Juara II Lomba Cerdas Cermat. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai pengetahuan perlindungan tanaman sekaligus bekerja sama dan mengambil keputusan secara cepat dalam situasi kompetitif.

Sementara itu, pada kategori Plant Doctor, peserta diuji melalui kemampuan dalam mengidentifikasi dan menganalisis hama serta penyakit tanaman berdasarkan spesimen dan informasi yang diberikan. Kompetisi Plant Doctor berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu penyisihan, semifinal, dan final.
Pada tahap penyisihan dan semifinal, peserta mengikuti rangkaian identifikasi hama dan penyakit tanaman untuk menguji kemampuan dalam mengenali spesimen serta menganalisis permasalahan perlindungan tanaman. Peserta yang berhasil melewati tahapan tersebut kemudian melanjutkan ke babak final yang dilaksanakan di laboratorium.
Pada babak final, setiap tim memasuki tiga ruangan yang telah disiapkan oleh panitia. Di masing-masing ruangan tersedia dokumen berupa lembar soal serta spesimen yang harus diidentifikasi. Peserta kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan hasil identifikasi dan menuliskan jawaban pada lembar yang telah disediakan. Setelah seluruh rangkaian identifikasi selesai, kompetisi dilanjutkan dengan sesi presentasi di hadapan dosen.
Dalam kompetisi tersebut, tim Reza Umami, Aprilia Nur Safitri, dan Hapsah Luthfia Rahmawati berhasil meraih Juara II Plant Doctor. Tim tersebut menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi spesimen, menganalisis gejala maupun karakteristik organisme pengganggu tumbuhan, serta menentukan alternatif pengendalian yang sesuai.

Tak hanya itu, keberhasilan ini kian diperkuat oleh raihan Juara III Plant Doctor yang disabet oleh tim Fathimah Al Auliya, Shabrine Aliyafaza, serta Revalina Diniyyah Husna. Prestasi tersebut mempertegas penguasaan materi akademik serta keterampilan praktis civitas akademika Proteksi Tanaman UGM ketika diuji pada ajang persaingan tingkat nasional.

Secara keseluruhan, keberhasilan mahasiswa UGM meraih Juara II Lomba Cerdas Cermat, Juara II Plant Doctor, dan Juara III Plant Doctor menjadi capaian yang membanggakan dalam Plant Protection Day 2026. Keikutsertaan dalam kompetisi ini tidak hanya memberikan pengalaman berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga mengasah ketelitian, kemampuan analisis, kecepatan dalam mengidentifikasi organisme pengganggu tumbuhan, kemampuan memecahkan permasalahan, serta kerja sama antarmahasiswa.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa Hama dan Penyakit Tumbuhan dan Proteksi Tanaman UGM untuk terus mengembangkan pengetahuan, meningkatkan kemampuan, serta berani berkompetisi di tingkat nasional. Keikutsertaan dan capaian mahasiswa dalam berbagai kompetisi juga menjadi bagian dari upaya mendorong prestasi akademik maupun nonakademik sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam bidang perlindungan tanaman.




