Universitas Gadjah Mada Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • DOSEN DAN STAF
    • FASILITAS
    • KERJASAMA
    • PENGABDIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI 2026-2030
    • TENTANG KAMI
    • VISI DAN MISI
    • PERIZINAN
    • ACARA SPESIAL
      • Insect Day UGM
  • AKADEMIK
    • SARJANA
    • PASCASARJANA
      • Ilmu Hama Tanaman
      • Fitopatologi
  • PENELITIAN
  • PUBLIKASI
    • JURNAL
    • PROSIDING
    • BUKU
  • OPT-Klinik Tumbuhan
    • Fusarium spp.
    • Helopeltis spp.
    • Kumbang
    • Lalat Buah
    • Nematoda
    • Patogen Serangga
    • Penggerek Batang Jagung
    • Penggerek Batang Padi
    • Penggerek Buah Kakao
    • Peronosclerospora spp.
    • Phytophthora spp.
    • Ralstonia spp.
    • Rhizoctonia spp.
    • Tungau
    • Wereng Cokelat
  • Tracer Study
    • S1 Proteksi Tanaman
    • S2 Ilmu Hama Tanaman
    • S2 Fitopatologi
  • Pendaftaran
  • Beranda
  • Uncategorized
  • Memahami Standar Profesional Industri melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di Syngenta

Memahami Standar Profesional Industri melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di Syngenta

  • Uncategorized
  • 24 Juli 2026, 16.10
  • Oleh: ahmadjodiradityo
  • 0

Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional melalui pengalaman belajar langsung di dunia industri. Melalui program magang, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mempelajari budaya kerja profesional yang menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja.

Sebagai bagian dari program tersebut, Khansa Nabila Adha dan Dwi Rivayanti, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan magang di Syngenta. Sebagai salah satu perusahaan global di bidang teknologi pertanian, Syngenta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan kerja profesional sekaligus memahami penerapan standar operasional dan budaya kerja yang mendukung pengembangan sektor pertanian modern.

Selama menjalani program magang, kedua mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman mengenai proses kerja di lingkungan industri. Melalui interaksi dengan para profesional, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya kolaborasi, komunikasi, serta kedisiplinan dalam menjalankan setiap tugas. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana dunia industri menerapkan standar kerja yang tinggi untuk mendukung produktivitas dan kualitas kerja.

Selain memperluas pengetahuan di bidang pertanian, kegiatan magang juga memperkenalkan mahasiswa pada penerapan budaya Health, Safety, and Environment (HSE) yang menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan. Mahasiswa mempelajari pentingnya penerapan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan sebagai landasan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Khansa Nabila Adha menyampaikan bahwa kegiatan magang di Syngenta merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan karena seluruh karyawan memberikan dukungan dan membantu mahasiswa selama proses magang. Menurutnya, lingkungan kerja yang profesional membuat proses belajar menjadi lebih efektif, sementara penerapan budaya HSE memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas kerja.

Hal senada disampaikan oleh Dwi Rivayanti. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman magang di Syngenta memberikan kesempatan untuk mengenal budaya kerja perusahaan yang profesional serta memperluas wawasan mengenai dunia industri pertanian. Sikap terbuka dan kolaboratif dari seluruh tim menjadi pengalaman berharga yang mendukung pengembangan kompetensi teknis maupun keterampilan profesional mahasiswa.

Melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman UGM memperoleh pengalaman belajar yang memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Kolaborasi antara UGM dan Syngenta diharapkan dapat terus mendukung pengembangan lulusan yang adaptif, profesional, serta mampu berkontribusi dalam kemajuan sektor pertanian melalui penerapan inovasi, profesionalisme, dan budaya keselamatan kerja.

Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali mahasiswa keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan demikian, implementasi Merdeka Belajar Kampus Berdampak tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terakhir

  • Memahami Standar Profesional Industri melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di Syngenta
  • Mendalami Budidaya dan Proteksi Tanaman Karet melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di Pusat Penelitian Karet Indonesia
  • Memahami Pengelolaan Tanaman melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di PG Madukismo
  • Menapaki Dunia Perkebunan melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak di PT Pagilaran
Universitas Gadjah Mada

Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian
Universitas Gadjah Mada
Jl. Flora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 INDONESIA
 : +62-274-523926
 : +62-274-523926
 : hpt@faperta.ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY