
Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Melalui program magang, mahasiswa dapat mengintegrasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik lapangan, sekaligus mengembangkan kompetensi profesional yang dibutuhkan di sektor pertanian.
Sebagai bagian dari program tersebut, Arum Suciati, Putri Lestari, dan Nasywa Amalia Husna, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan magang di PT Pagilaran. Sebagai perusahaan perkebunan yang bergerak di bidang budidaya dan pengelolaan komoditas pertanian, PT Pagilaran memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari secara langsung berbagai aspek budidaya tanaman dalam skala industri.
Selama menjalani program magang, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan lapangan yang berkaitan dengan proses budidaya tanaman. Mereka mempelajari tahapan pemeliharaan tanaman, melakukan pengamatan terhadap kondisi pertanaman, serta mengenali berbagai jenis hama yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman beserta upaya pengendaliannya. Kegiatan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pengelolaan tanaman yang dilakukan secara sistematis untuk mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep dan teori yang dipelajari selama perkuliahan diterapkan dalam kondisi nyata di lapangan. Selain memperkuat kompetensi teknis di bidang budidaya dan perlindungan tanaman, program magang juga melatih kemampuan observasi, analisis, komunikasi, serta adaptasi terhadap dinamika pekerjaan di lingkungan perkebunan.
Arum Suciati menyampaikan bahwa kegiatan magang di PT Pagilaran memberikan pengalaman yang sangat berharga karena memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan budidaya tanaman. Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pemeliharaan tanaman, pengamatan kondisi pertanaman, serta identifikasi hama dan teknik pengendaliannya yang diterapkan di lapangan.
Hal senada disampaikan oleh Putri Lestari dan Nasywa Amalia Husna. Mereka mengungkapkan bahwa magang di PT Pagilaran memberikan kesempatan untuk memahami pengelolaan tanaman dalam kondisi nyata, sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia perkebunan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik profesional di sektor pertanian.
Melalui Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman UGM memperoleh pengalaman pembelajaran yang memperkuat kompetensi akademik dan profesional. Kolaborasi antara UGM dan PT Pagilaran diharapkan terus mendukung pengembangan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam pengelolaan perkebunan serta pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali mahasiswa keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan demikian, implementasi Merdeka Belajar Kampus Berdampak tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.



