
GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menggelar kegiatan Pelatihan Teknis Budidaya Tanaman Tembakau bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026. Pelatihan ini berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani (KT) Sumarah, Padukuhan Ngawis 2, Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, wawasan, serta keterampilan para petani dalam menerapkan teknologi budidaya berbasis Good Agricultural Practices (GAP) guna mengoptimalkan produksi dan mutu tembakau lokal di wilayah Karangmojo.
Dalam agenda tersebut, Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P., dosen dan pakar dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir sebagai narasumber utama. Pelatihan difokuskan pada pengenalan dan strategi pengelolaan terpadu terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di setiap tahapan budidaya tembakau.
Fokus Pengendalian OPT di Setiap Fase Budidaya
- Fase Pra-Tanam: Penekanan pada sanitasi lahan yang optimal, pengolahan tanah, pemilihan benih/bibit sehat bebas patogen, serta langkah preventif terhadap serangan patogen tular tanah (soil-borne pathogens) dan hama persemaian.
- Fase Tanam (Vegetatif hingga Generatif): Identifikasi dini dan pengendalian terpadu hama utama (seperti ulat grayak, kutu daun pembawa vektor virus) dan penyakit penting (seperti lanas, layu bakteri/fungi, dan mosaik virus) secara presisi.
- Fase Pascapanen: Proteksi daun tembakau selama proses petik, pemeraman, perajangan, hingga penjemuran dan penyimpanan gudang guna mencegah pembusukan serta kerusakan mutu krosok.
| Pengenalan Agensia Hayati: Selain pendekatan teknis konvensional, Dr. Ady Bayu Prakoso turut memberikan pengenalan dasar mengenai pemanfaatan agensia hayati (seperti mikroorganisme antagonis dan musuh alami) sebagai alternatif pengendalian ramah lingkungan untuk menjaga keseimbangan agroekosistem dan menekan populasi hama/penyakit secara berkelanjutan. |
Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif melalui sesi teori di ruang pertemuan serta dilanjutkan dengan praktik lapangan (field trip) langsung ke hamparan lahan tembakau milik kelompok tani. Sebanyak 25 peserta aktif mendiskusikan gejala serangan yang ditemukan di lapangan dan merumuskan langkah penanganan terpadu secara langsung.
Kontribusi Nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
- SDG 1 (Tanpa Kemiskinan / No Poverty): Menekan risiko gagal panen dan menjaga stabilitas mutu hasil panen tembakau untuk meningkatkan pendapatan serta taraf kesejahteraan ekonomi petani.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi / Decent Work & Economic Growth): Meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas lahan, dan daya saing komoditas perkebunan rakyat di tingkat pedesaan.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab / Responsible Consumption & Production): Mendorong budidaya ramah lingkungan melalui GAP, pengenalan agensia hayati, dan pengurangan residu kimia sintetis guna menjaga kelestarian ekosistem.
- SDG 15 (Ekosistem Daratan / Life on Land): Mendukung konservasi kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati agroekosistem melalui prinsip perlindungan tanaman terpadu.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan / Partnerships for the Goals): Mewujudkan kolaborasi strategis antara akademisi (Fakultas Pertanian UGM), pemerintah daerah (Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul), dan komunitas petani lokal (KT Sumarah).


