
Magelang, 27 Juni 2026 – Rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerja sama dengan World Vegetable Center (WorldVeg) resmi berakhir pada Sabtu (27/6) melalui kegiatan Farmer Visit di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Sebagai penutup seluruh rangkaian pelatihan, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam melihat implementasi berbagai konsep kesehatan tanaman yang telah dipelajari selama lima hari pelatihan, mulai dari surveilans lapangan, diagnostik molekuler, pengujian ketahanan tanaman, hingga pengelolaan hama terpadu (Integrated Pest Management/IPM) pada sistem budidaya hortikultura di tingkat petani.
Rombongan peserta bersama fasilitator mengunjungi lahan cabai milik Bapak Pulung Widi Handoko, S.P., seorang petani hortikultura sekaligus alumni Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM. Dalam kunjungan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung kondisi pertanaman, teknik budidaya yang diterapkan, serta berbagai strategi pengelolaan organisme pengganggu tanaman yang dilakukan di lapangan. Suasana diskusi berlangsung interaktif karena peserta dapat bertukar pengalaman dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan nyata yang dihadapi petani dalam mempertahankan produktivitas tanaman di tengah tekanan hama dan penyakit.
Pada sesi berbagi pengalaman, Bapak Pulung Widi Handoko menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya cabai tidak hanya ditentukan oleh penggunaan sarana produksi, tetapi juga oleh kemampuan melakukan pengamatan lapangan secara rutin, mengenali gejala serangan sejak dini, serta menentukan tindakan pengendalian yang tepat sesuai kondisi pertanaman. Beliau juga membagikan pengalamannya dalam menerapkan prinsip-prinsip Integrated Pest Management (IPM) melalui kombinasi monitoring populasi organisme pengganggu tanaman, sanitasi lahan, penggunaan varietas yang sesuai, pengelolaan lingkungan budidaya, hingga pemanfaatan agen pengendali hayati sebagai bagian dari upaya menekan penggunaan pestisida secara bijaksana.
Kegiatan Farmer Visit juga menjadi wadah bagi peserta untuk menghubungkan materi yang telah dipelajari selama pelatihan dengan praktik nyata di lapangan. Berbagai teknologi diagnostik, metode identifikasi penyakit, teknik surveilans, serta konsep resistance screening yang sebelumnya dipelajari di laboratorium kini dapat dipahami dalam konteks pengambilan keputusan di tingkat petani. Melalui interaksi langsung dengan pelaku usaha tani, peserta memperoleh wawasan bahwa keberhasilan pengelolaan kesehatan tanaman memerlukan kolaborasi antara hasil penelitian, inovasi teknologi, penyuluhan, dan pengalaman praktis petani.
Selain memperkaya pengalaman belajar peserta, kunjungan lapangan ini juga memperlihatkan pentingnya peran alumni dalam menjembatani dunia akademik dengan praktik pertanian. Sebagai alumni Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan UGM, Bapak Pulung Widi Handoko menunjukkan bagaimana ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan dapat diterapkan secara nyata untuk menghadapi berbagai tantangan budidaya hortikultura. Diskusi yang berlangsung sepanjang kegiatan turut membuka peluang kolaborasi antara akademisi, peneliti, mahasiswa, dan petani dalam mengembangkan solusi perlindungan tanaman yang inovatif dan aplikatif.
Dengan berakhirnya kegiatan Farmer Visit, secara resmi seluruh rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies ditutup. Selama enam hari pelaksanaan, peserta telah memperoleh pengalaman komprehensif mulai dari diagnosis penyakit dan hama di lapangan, identifikasi molekuler, bioinformatika, pemuliaan tanaman berbasis marka molekuler, kesehatan benih, hingga implementasi pengelolaan hama terpadu di tingkat petani. Diharapkan ilmu, keterampilan, serta jejaring kolaborasi yang terbentuk selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan sistem kesehatan tanaman yang lebih tangguh, inovatif, dan berkelanjutan di negara masing-masing.
Kegiatan Farmer Visit sebagai penutup Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies memperkuat kontribusi program terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Transfer pengetahuan antara akademisi, peneliti, dan petani mendukung SDG 2 (Zero Hunger) melalui penerapan praktik budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan mendorong adopsi inovasi diagnostik dan teknologi perlindungan tanaman, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi internasional, dan petani dalam membangun sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.



